Subscribe:
.

4.3.12

LAWAN DAN KELOLA STRESSMU

Stres menurut SARAFINO (1990)
Suatu kondisi yang disebabkan oleh transaksi antara individu dengan lingkunganyang menimbulkan persepsi jarak antara tuntutan yang berasal dari situasi dengan sumber daya system biologis, psikologis, dan social seseorang
Sumber Stres
Sumber stress dapat berubah sesuai dengan perkembangan:

-Dalam diri seseorang    : melalui penilaian dari kekuatan motivasional yang melawan, missal seorang mengalami konflik, maka konflik merupakan sumber stress utama. (teori konflik)
-Sumber stres dalam keluarga
-Sumber stres dalam komunias soial

Tahap Stress
-Tahap Alarm, yaitu jika seseotrang mengalami kejadian yang membuat stress.
-Tahap Resisten, tubuh berusaha mencapai keseimbangan fisik atau psikis (eqalibrium).
-Tahap Exhaution, Apabila tahap ke-2 gagal, individu tidak memiliki jalan keluar dan tidak mampu menghadapi stressor maka muncul gejala fisik atau psikis.

Bentuk Stressor
-Stressor fisik : polusi, crowded, suhu, suara, cahaya, dan sebagainya.
-Stressor psikologis :reaksi seseorang terhadap pikiran dan perasaan terhadap pikiran dan perasaan terhadap ancaman baik nyata ataupun tidak.
-Stressor psikologis social: akibat dari interaksi social.
-Stressor individual :bersumber dari individu.
Macam – macam Stres
-Eustress, stress yang sumbernya adalah hal yang positif
-Disstress, stress yang sumbernya adalah hal yang negatif

Faktor yang berpengaruh terhadap stress secara individu
-Perbedaan individu
-Jenis kelamin
-Tipe kepribadian (tipe A ekstrovert, tipe B introvert)
-Kepercayaan diri
Akibat Stress
-Subyektif : gelisah, agresif, lesu, muram, kecewa, terpencil
-Akibat  perilaku : emosi meledak, makan minum berlebihan, obat, alcohol, dan sebagainya
-Akibat kognitif : blocking memory, gangguan konsentrasi, gangguan pikiran
-Fisiologis : diabetes, darah tinggi, kardiovasculer (jantung), berkeringat, mulut kering, pupil mata melebar, otot mengencang
-Sosiologis : malas bergaul, interaksi bergaul, tidak percaya diri
Mengelola Stress
Setiap orang membutuhkan sarana untuk berkomunikasi, baik dengan diri sendiri, dengan orang lain, dengan alam maupun dengan Tuhannya. Komunikasi akan lebih dibutuhkan tak kala seseorang mengalami masalah atau gangguan kejiwaan. Shalat dapat dipandang sebagai suatu proses pengakuan dan penyaluran, proses kataisis atau kanalisasi terhadap hal-hal yang tersimpan dalam dirinya.
Selain dengan shalat, stress juga dapat kita kelola dengan jalan:
-Tidak takut berbuat salah
-Berani menentukan prioritas diri
-Menganggap penting kebutuhan diri
-Belajar Assertive (terbuka)
-Belajar menilai perilaku dan perasaan diri
-Berpikir realistis
-Mencari bantuan
-Aktifitas yang positif
Menurut Makin dan Liindley stress dapat dikelola dengan jalan:
-Mengorganisasi pekerjaan, mengatur waktu, dan mengendalikan hidup
-Berkomunikasi secara effective dan assertive
-Bersikap santai sebelum, selama, dan setelah mengalami stress
-Menjaga tubuh tetap sehat dan bugar
-Menilai kerja secara akuratbersikap positif dan penuh kendali
-Membangun, menggunakan dan memberi dukungan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar